USTADZAH FIRDAUS SYECHBU - KITAB BIDAYATUL HIDAYAH
USTADZAH FIRDAUS SYECHBU
KITAB BIDAYATUL HIDAYAH
Materi : Adab setelah
terbitnya sampai terbenamnya matahari
Majlis Banatuz Zakiyyah
Apabila
matahari terbit maka tidak diperbolehkan untuk melakukan shalat, maka tunggu
sekitar 15 menit terlebih dahulu barulah diperbolehkan melakukan shalat 2
Rakaat. Waktu – waktu yang diharamkan untuk melakukan shalat :
1. Sesudah shalat subuh
2. Sesudah shalat ashar
3. Shalat pada saat matahari tepat diatas kepala
4. Ketika langit mulai menguning (terbenamnya matahari)
5. Ketika matahari terbit dan meninggi sekitar 1 tombak
(Ketika di saudi arabia maka 5
waktu yang diharamkan itu tidak di berlakukan.)
Karena itu dilarang setelah
shalat subuh dan seperempat dari siang sekitar jam setengah 9 atau jam 9 dan
lebih afdholnya shalat Dhuha. Shalat dhuha boleh dilaksanakan 2,4,8, bahkan 12
rakaat dengan 2 salam.
Apakah boleh dikerjakan 4 rakaat ??
Jawabannya boleh todal memakai tasyahud awal.
Fadhilah Shalat dhuha salah
satunya adalah terhindar dari api neraka.
Dalam melaksanakan shalat dhuha,
kita boleh memilih 2,4,8,bahkan 12 rakaat, sebenarnya semua shalat itu baik. Ketika
kamu banyak shalat maka banyak juga pahala yang kamu peroleh, kalau mau shalat
sedikit pun tidak apa-apa. Buat apa perbanyak ibadah tapi tidak istighomah.
Imam Ghazali berkata : “kan ada
tuh membaca wirid 100x kalau kamu tidak sanggup boleh baca wirid 10x, 20x, atau
berapapun semampunya kamu.”, Begitupun juga dengan shalat dhuha boleh 2,4,8
bahkan 12 rakaat tapi intinya harus istighomah. Shalat sunnah yang ada waktunya
(qabliyah,, ba’diyah, witir, adha). Ketika kamu ada waktu luang maka ada waktu
yang pantas untuk kamu lakukan. Misalnya, setelah shalat dhiuha kamu bisa
menuntut ilmu. Jangan cari ilmu untuk kamu bersaing atau berdebat ataupun
hanya kepengen tahu saja.
Syeckh Badaruddin, menyuruh
seseorang untuk memberikan uang kepada seorang wanita dan suruh mendoakan
syeckh agar mendapatkan hidayah dari Allah SWT. Padahal Syeckh Badaruddin
seorang ulama yang mashyur dan sangat mulia kedudukannya. Pintar mengaji, ilmu
nya tinggi.
Semakin tinggi ilmu yang kamu
punya maka semakin bertambahnya ketaqwaanmu kepada Allah SWT, makin kenal
dengan Allah SWT, ketawadhuanmu. Orang-orang yang tidak memiliki ilmu yang
bermanfaat maka mereka sibuk mencari muka kepada para pejabat, di sosial media
pun.
Wahai orang yang menuntut ilmu
maka amalkanlah, agar menjadi keberkahan untuk mu dari Allah SWT. Kata Sayyidina
Ali bin Abi Thalib berkata “ bakal ada satu zaman orang yang menuntut ilmu
bakal menjadi bangga-banggan dengan ilmu yang dia punya. Di akhir zaman bakal
ada orang yang seperti itu, orang yang seperti itu akan dimasukkan ke dalam api
nerakanya Allah SWT dan tidak akan di angkat derajatnya oleh Allah SWT.
Orang yang berilmu, jika dia mengamalkan
ilmu dan berdakwah bakal dipanggil orang-orang yang mulia dilangitnya Allah
dengan kesaksian Nabi Isa a.s. jika kamu sudah mengerjakan itu semua maka kamu
diperbolekan untuk menuntut ilmu yang lainnya, seperti ilmu mazhab. Sebelumnya pelajari
ilmu yang wajib dahulu (ilmu thoharah, puasa, cara berwudhu, shalat) setelah
itu baru belajar tentang ilmu yang sunnah (ilmu mazhab). Siapa yang mempunyai
ilmu yang luas maka dia tidak akan mengingkarinya. Jika kita beribadah kepada
Allah maka ingat ketujuanmu adalah beribadah untuk Allah SWT.
Pertanyaan
1. Bagaimana cara menata hati
Jawabannya :
berjihad dengan nafsu yang kita punya, kalo kita malas maka lawan saja rasa
malas itu marahin diri kita sendiri agar tidak malas. Hadapai dengan ikhlas dan
ridho agar di naikan derajatnya oleh Allah SWT
2. Afwan ustadzah mau nnya lagi apakah boleh sholat qobliyah yg 4
rakaat ny dikerjakn hanya 2 rakaat
Jawabannya :
Boleh
-fakir ilmu-
Comments
Post a Comment