AKHLAK - USTADZAH SAMIRA ALHABSYI

 AKHLAK 2

Ustadzah Samira Al Habsyi



• Menghormati orang yang lebih tua, tidak memandang ia muslim atau lebih mengetahui, tidak memandang kasta maupun derajat, tetapi begitu melihat ada seseorang yang lebih tua dari kita, maka kita menghormatinya begitu pula ketika bertemu dengan orang yang lebih muda maka kita menyanyanginya.

• Hendaknya menerima kebaikan seseorang dan membalas dengan kebaikan pula. Dimana ketika ia berbuat baik kepada kita, maka kita berterima kasih kepadanya.

• Hendaknya pula memaafkan dan memaklumi kesalahan - kesalahan seseorang, jangan dijadikan sebagai dendam pribadi, sebagaimana Allah yang ketika hambaNya berbuat salah Allah tak langsung menghukum setiap kelalaian kita.

• Janganlah mudah marah dan terbawa emosi apabila seseorang menghina kita, baik itu fisik kita sekalipun, biarkan dan terima apa - apa yang Allah berikan kepada kita dan menjaga kenikmatan yang Allah beri.

• Tidak berharap kebaikan orang kepada kita, yang mana terkadang kita mendekati seseorang hanya untuk mendapatkan kemanfaatan darinya. Padahal mengharap kepada makhluk hanyalah puncak kekecewaan yang tak berujung.

• Jangan pernah berhenti menasihati seseorang, entah orang tersebut bahkan tidak memberikan kebaikan kepada kita maka tetaplah berbuat baik kepadanya karena itulah yang Rasullullah ajarkan kepada kita.

• Kita bertakwa kepada Allah dimanapun kita berada, dan menjaga diri dari segala keburukan juga berburuk sangka kepada siapapun. Karena sungguh ketika kita Husdnuzon kepada seseorang maka sebaliknya kita pun akan mendapatkan kebaikan darinya. Sedangkan seudzon diperbolehkan dalam keadaan tertentu seperti saat berdagang yang memang perlu untuk merasa mawas diri.

• Akhlak kepada hamba Allah salah satunya adalah hendaknya kita mencintai seseorang karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala, karena sungguh dua orang yang saling mencintai karena Allah kelak akan mendapatkan naungan dariNya, kitapun hendaknya saling membenci karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala, yang mana bukan membenci orang tersebut, bukan membenci dan menghina kekurangannya namun membenci perbuatan buruknya, perbuatan maksiatnya.

• Akhlak kita kepada hamba - hamba Allah adalah dengan selalu mengajak mereka kepada jalan - jalan kebaikan dengan kesungguhan dan keikhlasan. Ajaklah mereka dengan kelembutan dan kasih sayang, sungguh keimanan dilihat daripada cara kita memperlakukan seseorang tanpa memandang bagaimana ia, ia mencintai seseorang tersebut murni karena Allah. 

• "Dakwah perilaku itu lebih didengar dibanding dakwah dengan lisan."

• Ketika melakukan kebaikan janganlah mengharapkan balasan maupun kata terimakasih.

• Selalu saling belajar untuk berdiskusi dan mencari solusi dalam suatu permasalahan, tinggalkan perdebatan yang lebih banyak dikuasai oleh hawa nafsu.

Orang disekeliling kita itu terbagi menjadi empat kelompok, yaitu : 

Kita dalam kehidupan ini akan menghadapi 4 golongan, yaitu :

1. Orang - orang yang beriman, berkeyakinan kuat dia berusaha berbuat maksimal dalam keimanannya dan ia berjuang di jalan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 

2. Seseorang yang mengetahui kebenarannya dan ia mengimaninya namun imannya tertidur, untuk berjuang di jalan Allah ia tida melakukannya dan orang - orang yang seperti ini hendaknya di ajak untuk berbuat baik dan berbuat taat. Katakan kepada mereka, "Iman itu bukanlah angan-angan dan juga bukan perhiasan, tetapi iman itu adalah sesuatu yang menetap di dalam hati dan dibenarkan dengan amal nyata.” ( HR Ad-Dailami )

3. Orang yang ragu ataupun orang yang mendustakan Allah tanpa menganggu dakwah orang beriman, orang yang seperti ini hendaknya didakwahi dengan hikmah.

4. Seseorang yang tidak hanya mendustakan Allah, Ia juga memumusuhi bendera hidayah, dan memusuhi orang orang Islam.

• Mencintai orang yang mencintai Allah dan membenci orang yang menjadi musuh Allah, juga penolong yang membantu mereka.

• Perhatikan lah diri kita, anak - anak kita, keluarga kita apakah sesuai dengan syariat Islam atau tidak, karena sungguh syariat Islam itu mengajari kita dari kota bangun sampai kita tertidur.

• Menanamkan kepada keluarga tentang rasa cinta kepada Allah dan Rasullullah, mengangungkan keduanya, yang mana pertama hendaknya kita memenuhi diri kita sendiri dengan cinta.

• Kita belajar dari siapapun baik itu kebaikan, kebijaksanaan, dan bakat dari manapun asalnya, dimana ketika kita melihat kebaikan dalam diri seseorang maka tirulah apapun itu darinya selama itu baik bagimu.

• Tidak meremehkan siapapun dari hamba Allah. Karena sungguh kita tak pernah mengetahui hamba mana yang Allah cinta, maka sambutlah semuanya dengan cinta dan rahmat.


"Ketika kita melihat segala sesuatu dengan cinta maka hati kita pun akan dipenuhi dengan kecintaan."

Comments

Popular posts from this blog

EMPOWERMENT : HIKMAH DALAM KISAH

AKHLAK - USTADZAH SAMIRA AL-HABSYI